Agustus 2022 ~ Museum Dan Monumen Pusat Disjarahad







Siswa Madrasah Ibtidaiyah ( MI) Tanwirul Qulub Kunjungi Museum Sasmitaloka Ahmad Yani


Hari Rabu tanggal  31Agustus 2022 sebanyak 20 siswa dari sekolah Madrasah Ibtidaiyah ( MI) Tanwirul Qulub yang beralamat di Jl.Kuningan Jakarta Pusat, berkunjung ke Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani di jl.Lembang D 58 Jakarta Pusat. 

Rombongan siswa didampingi 4 orang guru pendamping. Setiba di Museum Sasmitaloka Ahmad Yani  rombongan diterima oleh Kpt Caj Suroso selaku Kepala Museum Sasmitaloka Ahmad Yani.

Letnan kolonel Arm Djati Saptowibowo S..I.P., selaku Kabalakmusmonpus dalam sambutan yg disampaikan oleh Kpt Suroso, menyambut baik kunjungan ini dan berharap para siswa mendapat pengetahuan ttg peristiwa tragedi nasional bangsa Indonesia dalam pemberontakan PKI tahun 1965. "Museum Ahmad Yani  inilah salah satu saksi bisu kekejaman dan kebiadaban PKI saat itu" ungkap Letkol Djati.

Rombongan selanjutnya dipandu oleh Kpt Suroso untuk melihat lebih dekat koleksi yg ada di Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani. Meski masih menerapkan protokol kesehatan, para siswa mengikuti dan mendengarkan penjelasan pemandu dengan penuh semangat dan antusias.

Pesan moral yang disampaikan pemandu adalah:

1.Sejarah adalah hal yg sangat penting dalam kehidupan.

2. Dengan kita belajar dari mengerti sejarah baik yg kelam maupun yg indah bisa menjadi kita lebih waspada

3. Karena sejarah itu penting maka jangan sekali sekali melupakan sejarah.


Kegiatan berlangsung dengan aman tertib dan lancar. 

Share:

Siswa Madrasah Ibtidaiyah ( MI) Tanwirul Qulub Kunjungi Museum A.H. Nasution


Hari Rabu tanggal  31 Agustus 2022 sebanyak 20 siswa dari sekolah Madrasah Ibtidaiyah ( MI) Tanwirul Qulub yang beralamat di Jl.Kuningan Jakarta Pusat, berkunjung ke Museum Jenderal Besar AH Nasution di jl.Teuku Umar no.40 Menteng Jakarta Pusat. 

Rombongan siswa didampingi 2 orang guru pendamping. Setiba di Museum AH Nasution rombongan diterima oleh Kpt Czi Sunardi selaku Kepala Museum AH Nasution.

Letnan kolonel Arm Djati Saptowibowo S..I.P., selaku Kabalakmusmonpus dalam sambutan yg disampaikan oleh Kpt Sunardi, menyambut baik kunjungan ini dan berharap para siswa mendapat pengetahuan tentang peristiwa tragedi nasional bangsa Indonesia dalam pemberontakan PKI tahun 1965. "Museum AH Nasution inilah salah satu saksi bisu kekejaman dan kebiadaban PKI saat itu" ungkap Letkol Djati.

Rombongan selanjutnya dipandu oleh Kpt Sunardi dan Pelda Royen  Suryanto untuk melihat lebih dekat koleksi yg ada di Museum AH 

Nasution. Meski dengan masih menerapkan protokol kesehatan para siswa mengikuti dan mendengarkan penjelasan pemandu dengan penuh semangat dan antusias.

Pesan moral yang disampaikan pemandu adalah:

1.Sejarah adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan.

2. Dengan kita belajar dari mengerti sejarah baik yg kelam maupun yg indah bisa menjadi kita lebih waspada

3. Karena sejarah itu penting maka jangan sekali sekali melupakan sejarah.


Kegiatan berlangsung dengan aman tertib dan lancar. 

Share:

SD IT RAUDLATUL JANNAH Kunjungi Museum PETA


Sebanyak 78 siswa dan 5 orang Guru pendamping dari SD  IT RAUDLATUL JANNAH Ciawi Bogor pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2022, kunjungi Museum dan Monumen PETA di jl Jenderal Sudirman no.35 Bogor Jawa Barat.

 Kunjungan berlangsung dari pkl.09.00-11.30.Setiba di museum Peta rombongan diterima oleh Kapten Caj Dina Hamdani selaku Kepala Museum dan Monumen PETA Bogor. .Letnan Kolonel Arm Djati Saptowibowo,S.I.P., selaku Kabalakmusmonpus dalam sambutan yang disampaikan oleh Kpt Caj Dina Hamdani menyambut baik kunjungan ini dan berharap bisa menambah wawasan dan pengetahuan para siswa tentang sejarah terbentuknya Tentara di Indonesia dimana dalam sejarah terbentuknya TNI, tentara, Peta menjadi bagian penting.  Dan hal ini perlu diketahui para siswa agar mereka mencintai TNI" ungkap Letkol Djati.

Pengunjung selanjutnya dipandu oleh Sertu Berod Susanto dan ibu Anie Sumarni melihat koleksi Museum dan Monumen Peta. Meski dengan tetap menerapkan protokol kesehatan para siswa mengikuti dan mendengarkan penjelasan pemandu dengan penuh semangat dan antusias. 

Pesan moral yang disampaikan pemandu adalah:

1.Cinta tanah air adalah bagian dari Iman 

2. Sejarah akan selalu berulang

3. Jangan sekali -kali melupakan sejarah

4.Sejarah adalah guru terbaik dalam kehidupan.


Kegiatan berjalan dengan aman tertib dan lancar.

Share:

WKM Disbud DIY Kunjungi Museum Dharma Wiratama


Sebanyak 72 orang yang terdiri dari (Masyarakat umum, Kelompok Usaha Menengah dan Mikro, Mahasiswa dan Forrum Pemandu Pariwisata ) mengunjungi Museum Pusat TNI-AD Dharma Wiratama jl Jenderal Sudirman no 75 Yogyakarta.

 Kunjungan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 30  Agustus 2022 pukul 09.00-11.30 wib.

Kunjungan ke museum Dharma Wiratama dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan program Wajib Kunjung Museum ( WKM) yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY.

Setiba di museum Dharma WIratama Rombongan diterima oleh Kpt Caj ( K) Yanti Murdiani selaku Kepala Museum Dharma Wiratama.

Letnan Kolonel Arm Djati Saptowibowo,S.I.P., selaku Kabalakmusmonpus dalam sambutan yang disampaikan oleh Kpt Yanti mengatakan: "Bahwa setiap elemen bangsa apapun profesinya harus memiliki rasa cinta tanah air dan bangsa. Hal ini temtunya menjadi kewajiban pemerintah ( instansi terkait) dan kita semua untuk mewujudkannya.

 Program Wajib Kunjung Museum yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY patut didukung dan diapresiasi." Ungkap letkol Djati dalam sambutannya. 

Rombongan pengunjung selanjutnya dipandu oleh Kpt Caj Yanti,  Pns Sukarjo, Pns.  Sutinah, Kopda Irfan, dan 5 siswa PKL berkeliling melihat koleksi museum Dharma Wiratama. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pengunjung mengikuti dan mendengarkan penjelasan pemandu dengan penuh semangat dan antusias.

Pesan moral yang disampaikan pemandu adalah:

1.Setiap elemen masyarakat Indonesia harus mengerti ttg sejarah perjuangan bangsa Indonesia

2. Dengan mengetahui sejarah perjuangan bangsanya niscaya akan tumbuh jiwa nasionalisme dan patriotisme terhadap bangsa dan negaranya.

3. Jangan sekali-kali melupakan sejarah.

4.Sejarah adalah guru terbaik bagi masyarakat

Kegiatan berlangsung dengan aman tertib dan lancar

Share:

TK ABA Plus Baitul Ihsan kunjungi Museum Jenderal Besar Sudirman


Siswa TK ABA Plus Baitul Ihsan pada hari Jumat, 26 Agustus 2022 skitar pkl.08.30-10.15 Wib. mengunjungi Museum Jenderal Besar Sudirman  di Jalan Bintaran Wetan No. 3, Gunungketur, Pakualaman, Yogyakarta. 

TK ABA Plus Baitul Ihsan adalah sekolah yang berlokasi di Jagalan Ledoksari, Pakualaman, Yogyakarta.

Rombongan terdiri dari 70 orang siswa, dan didampingi oleh 7 orang guru. Rombongan dibagi menjadi beberapa kelompo, guna mematuhi protokol kesehatan dan agar dalam  penyampaian pesan bisa lebih optimal. Para siswa dengan riang gembira dan antusias mendengarkan penjelasan dari pemandu. 

"Sebagai fungsi Edukasi, Museum merupakan wahana yang tepat untuk anak-anak belajar tentang nilai-nilai kepahlawanan, diantaranya perjuangan Pangsar Jenderal Sudirman .  Penanaman nilai kepahlawanan sejak dini tersebut penting, karena usia emas anak-anak adalah di mana mereka dapat bertumbuh kembang dengan pesat sebagai generasi penerus bangsa, " ungkap Kabalakmusmonpus Letkol Arm Djati Saptowibowo, S.IP dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Museum Jenderal Sudirman, Mayor Caj Heru Santoso. 

 Pesan moral yang disampaikan pemandu adalah:


1. Kata mutiara yang disampaikan oleh Jenderal Sudirman, yaitu "Kebebasan berarti bebas melakukan semua kebaikan, bukan bebas lepas melakukan semua kejahatan tanpa boleh diadili."

2. Jangan pernah lupakan sejarah agar hidup bisa lebih terarah. 


Kegiatan berjalan tertib, lancar dan aman. 

Share:

Anak-anak Kelompok Bermain Sanggar Anak Alam (KB Salam) Kunjungi Museum Dharma Wiratama


Hari Jumat tanggal 26 Agustus 2022, anak- anak yang tergabung dalam Kelompok Bermain Sanggar Anak Alam (KB Salam) berjumlah 120 anak berkunjung ke Museum Pusat TNI-AD Dharma Wiratama jl Jenderal Sudirman no.75 Yogyakarta.

Kunjungan dengan tema Pengenalan Senjata dan Perlengkapan para Pejuang ini didampingi oleh 8 orang guru pendamping.

Sampai di Museum Dharma Wiratama rombongan diterima oleh Kapten Caj (K) Yanti Murdiani selaku Kepala Museum Dharma Wiratama di aula Ghra Dharma Wiratama. Dalam sambutannya Kpt Yanti menyampaikan sambutan dari Kabalakmusmonpus ( Letkol Arm Djati Saptowibowo,S.I.P.,) yang intinya menyambut baik kunjungan anak² ini dan berharap kunjungan ini,  anak² bisa mengenal lebih dekat ttg senjata yang pernah dipergunakan para pejuang dalam merebut kemerdekaan karena  "Dengan tidak langsung  hal ini akan menumbuhkan rasa cinta tanah air bagi anak² sebagai calon² pemimpin masa depan. Ungkap letkol Djati. 

Rombongan selanjutnya dipandu oleh Kpt Yanti dan Pns. Sutinah untuk melihat koleksi museum terutama senjata yang pernah dipakai para pejuang baik senjata yang masih tradisional sampai senjata modern. Meski dengan protokol kesehatan anak² mengikuti dan mendengarkan penjelasan pemandu dengan riang gembira dan penuh antusias. Kegiatan berlangsung dari pkl.09.00-11.00 wib berjalan dengan aman, lancar dan tertib. 

Pesan moral yang disampaikan pemandu adalah:

1. Menumbuhkan rasa cinta tanah air bagi anak² bisa diawali dengan rajin mengajak anak² berkunjung ke museum TNI AD

2. Anak² harus faham dan mengerti sejarah perjuangan bangsanya  sehingga kelak memiliki tanggungjawab moral trhdp bangsanya

3. Jangan sekali -kali melupakan sejarah.

Share:

SD IT ISHLAHUL UMMAH Kunjungi Museum PETA Bogor


Hari Selasa, 23 Agustus 2022, pukul. 09.00- 11.00 wib sebanyak 47 siswa  SD IT. ISHLAHUL UMMAH Leuwiliang Bogor berkunjung ke Museum dan Monumen PETA jl. Jenderal Sudirman Bogor Jawa Barat.

Siswa.didampingi oleh 4 guru pendamping.

 Kunjungan ini dalam rangka memperkenalkan museum PETA Bogor kepada para siswa guna menanamkan rasa cinta sejarah kepada generasi muda sejak dini.

 Rombongan diterima oleh Kpt Caj Dina Ramdani selaku Kepala Museum dan Monumen PETA Bogor.

Letnan kolonel Arm Djati Saptowibowo, S.I.P., selaku Kabalakmusmonpus dalam sambutan yg disampaikan Kpt Dina mengapresiasi kunjungan ini dan berharap para siswa mendapat tambahan wawasan khususnya sejarah museum PETA .Letkol Djati berharap " Kunjungan ini bisa menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme siswa sbg generasi muda bangsa" ungkap letkol Djati.


Rombongan selanjutnya dipandu oleh Kpt Dina, ibu Anie dan ibu Yulies untuk melihat koleksi museum dan Monumen Peta. 

Meski masih dengan protokol kesehatan, para siswa mengikuti dan mendengarkan penjelasan pemandu dengan antusias dan penuh semangat.


Pesan moral yang disampaikan pemandu adalah:

1.Cinta tanah air adalah bagian dari Iman

2. Dengan kita mengerti dan memahami sejarah maka hidup akan lebih bijaksana

3. Sejarah adalah guru terbaik dalam kehidupan

4. Jangan sekali sekali melupakan sejarah.

Kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar 

Share:

TK Bopkri Gondomanan dan TK Timoho Kunjungi Museum Dharma Wiratama


 Sebanyak 22 anak- anak TK ( Taman Kanak-Kanak) BOPKRI Gondokusuman dan 32 anak² dari TK Ceria Timoho Yogyakarta berkunjung di Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama jl. Jenderal Sudirman no.75 Yogyakarta pada hari Selasa, 23 Agustus 2022.

 Mereka didampingi oleh guru pengasuh dan orang tua masing² sbg pendamping. Kunjungan.ke museum Dharma WIratama bertujuan untuk memperkenalkan sejak dini ttg museum perjuangan TNI AD kepada anak² agar mereka mencintai sejarah dan faham ttg sejarah bangsa Indonesia.

 Kunjungan ke museum juga masih dalam rangka membangkitkan semangat perjuangan anak² dalam rangka  peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 

Rombongan diterima oleh Kpt Caj (K) Yanti Murdiani selaku Kepala Museum Dharma Wiratama.

 Letnan Kolonel Arm Djati Saptowibowo, S.I.P., selaku Kabalakmusmonpus dalam sambutan yg disampaikan Kapten Yanti menyambut gembira giat kunjungan ini dan berharap "Penanaman nilai cinta tanah air harus dimulai sejak dini sehingga kelak mereka dewasa sdh dibekali dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi" ungkap letkol Djati.

Rombongan selanjutnya dipandu oleh Kpt Yanti,Pns Sutinah, dan Pns Wiwik melihat koleksi museum.dan foto bersama di spot foto yang ada dimuseum Dharma Wiratama. 


Meskipun masih menerapkan protokol kesehatan, anak² mengikuti dan mendengarkan penjelasan pemandu dengan riang gembira dan antusias. Kunjungan berlangsung dari pkl.08.00 sd  10.30 wib, berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Pesan moral yang disampaikan pemandu adalah:

1.Sejarah thd bangsanya  adalah hal yg sangat penting untuk diketahui generasi muda bangsa itu.

2.Penanaman nilai nasionalisme dan patriotisme akan efektif bila dilakukan sejak dini

3. Jangan sekali² melupakan sejarah

4. Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya

Share:

Komunitas Agus Bumi Indonesia dan Disbud DIY Kunjungi Museum Dharma Wiratama


Hari Rabu tanggal 17 Agustus 2022 sebanyak kurang lebih 150 orang yang tergabung dalam Komunitas Agus Bumi Indonesia kunjungi Museum Pusat TNI AD Dharma WIratama jl. Jenderal Sudirman no.75 Yogyakarta.

Komunitas Agus Bumi Indonesia adalah komunitas atau Organisasi Sosial yang seluruh anggotanya ada unsur nama Agus.

Sebelum berkunjung ke museum, Komunitas ini menyelenggarakan upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka HUT RI ke-77.di halaman Museum Dharma Wiratama.

Setelah mereka selesai melaksanakan upacara dilanjutkan berkunjung dan melihat koleksi Museum Pusat TNI AD Dharma WIratama.

Rombongan diterima oleh Kpt Caj ( K) Yanti Murdiani selaku Kepala Museum Dharma Wiratama.  Letnan Kolonel Arm Djati Saptowibowo, S.I.P., selaku Kabalakmusmonpus dalam sambutan yang disampaikan Kapten Yanti "Memberikan ucapan selamat kepada anggota komunitas dan berharap komunitas ini tetap memiliki jiwa semangat merah putih' ungkap letkol Djati

Rombongan selanjutnya dipandu oleh Kpt Yanti dan anggota museum melihat koleksi museum. 

Diwaktu yang sama Dinas Kebudayaan Provinsi Yogyakarta yg tergabung dalam Wajib Kunjung Museum juga berkunjung di museum Dharma WIratama memanfaatkan momentum tujuh belasan untuk kunjungi Museum Perjuangan TNI AD.

 Meski masih dengan protokol kesehatan, para pengunjung baik WKM Dinas Kebudayaan maupun Komunitas Agus Bumi Indonesia, mengikuti dan mendengarkan penjelasan pemandu dengan penuh antusias. 

Pesan moral yang disampaikan pemandu adalah:

1. Proklamasi 17-8-1945 adalah kulminasi atau titik puncak perjuangan seluruh rakyat Indonesia

2. Kemerdekaan bukanlah tujuan akhir sebuah perjuangan

3. Tugas generasi muda sekarang ini adalah mempertahankan kemerdekaan, mengisi kemerdekaan agar cita2 bangsa Indonesia bisa tercapai

Kegiatan berlangsung dari pkl.08.00-13.00 wib berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Share:

Tentara dari NegeriJepang Kunjungi Museum dan Monumen PETA Bogor


Hari Minggu tgl 14 Agustus 2022 sekitar pukul 9.30 SD 11.05 wib sejumlah tentara dari negeri Jepang kunjungi Museum dan Monumen Peta di jl Jenderal Sudirman Bogor Jawa Barat.

Tentara Jepang tersebut tergabung dalam peserta HEE (Heave Engineering Equipment Basic Course)  yang diselenggarakan oleh PMPP TNI.

 Kunjungan ke museum PETA dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada para peserta bahwa di Indonesia ada lembaga Pendidikan dalam membentuk Tentara di Indonesia salah satunya melalui PETA ( Pembela Tanah Air) yang diprakarsai oleh pemerintah Jepang sewaktu berkuasa di Indonesia tahun 1942-1945.

Rombongan diterima oleh  Kpt Caj DIna  Ramdani selaku Kepala Museum dan Monumen PETA . Letnan Kolonel Arm Djati Saptowibowo, S.I.P., selaku Kabalakmusmonpus di tempat lain mengatakan bahwa "Kunjungan tentara Jepang yang sedang mengikuti Kursus yang diselenggarakan TNI ke Museum PETA sangat penting Krn ada ikatan emosional antara PETA dgn Tentara Jepang" ungkap Letkol Djati

Para peserta  HEE Basic Course dan HEE (Heave Engineering Equipment Basic Course)  PMPP TNI selanjutnya di pandu oleh ibu Yulies Fattimah (Pemandu Musmon Peta) berkeliling melihat diorama serta mendengarkan penjelasan tentang sejarah pendidikan perwira tentara  Peta kemudian melihat koleksi yg ada di museum dan diakhiri dgn  photo bersama di Monumen Daidancho Sudirman.

Pesan moral yang disampaikan pemandu adalah:

1. TNI memiliki sejarah yang sangat panjang untuk kita pelajari

2. Belajar sejarah akan menjadikan kita bijak dalam bersikap

3. Jangan sekali sekali meninggalkan sejarah.

Walau masih suasana protokol kesehatan pengunjung mengikuti dan mendengarkan penjelasan pemandu dengan semangat dan antusias. Kegiatan berjalan lancar, tertib dan aman



Share:

Total Tayangan Halaman

FANPAGE